Rif – Radja Lyrics

Rock

Andai ku jadi radja, mau apa tinggal minta
Tunjuk sini tunjuk sana dengan sedikit kata
Andai ku jadi radja, punya uang, punya harta
Dan yang pasti aku juga akan punya kuasa

Andai aku jadi radja, ku diangkat dielukan
Dikelilingi bawahan dan orang-orang suruhan
Nikmatnya jadi radja, dengan menjentikkan jari
Dan lambaian tangan maka terpuaskan nafsuku

Tapi ku bukan radja, ku hanya orang biasa
Yang selalu dijadikan alas kaki para sang radja
Aku hanya bisa menahan dan melihat, membayangkan
Dan memimpikan 'tuk menjadi seorang radja

Nikmatnya jadi radja, 'kan kubangun istana
Dan ku dikelilingi putri yang 'kan s'lalu menggoda
Nikmatnya jadi radja, dengan menjentikkan jari
Dan lambaian tangan maka terpuaskan nafsuku

Tapi ku bukan radja, ku hanya orang biasa
Yang selalu dijadikan alas kaki para sang radja
Aku hanya bisa menahan dan melihat, membayangkan
Dan memimpikan 'tuk menjadi seorang radja

Oo-oh
Tapi ku bukan radja, ku hanya orang biasa
Yang selalu dijadikan alas kaki para sang radja
Aku hanya bisa menahan dan melihat, membayangkan
Dan memimpikan 'tuk menjadi seorang radja

Nana-nana-heya na-nana na he-ya
Na-na-na na hey na na-na na ku bukan seorang radja, heya
Na-nana na heya na-nana-na he-ya na-nana-na ku hanya orang biasa, heya
Na-nana-na heyana-nana-na he-ya na-nana-na
Na-nana-na heya na-nana-na he-ya na-nana-na
Heya nana-nana heya nana heya
Semua itu hanya khayalan

About This Song

"Radja" is a biting social commentary that explores the stark divide between power and powerlessness through the lens of wishful thinking and harsh reality. The lyrics juxtapose fantasies of being a king ("radja") with absolute authority and wealth against the protagonist's actual position as someone trampled underfoot by those in power, using the metaphor of being a "doormat" for the ruling class. Musically, Rif delivers this message through their signature Indonesian rock sound, with driving guitars that amplify the song's frustration and yearning. The track resonates deeply in Indonesian society as a powerful critique of social inequality and corruption, giving voice to ordinary citizens who feel oppressed by those in positions of authority. Its enduring popularity stems from its raw honesty about class struggle and the universal human desire for dignity and respect.

Comments (0)